Keanekaragaman Hayati


Tingkat keanekaragaman hayati :
  • Keanekaragaman gen :
  • Variasi susunan gen dalam suatu spesies.
  • Keanekaragaman gen dalam satu spesies makhluk hidup yang menimbulkan variasi disebut varietas.
  • Keanekaragaman gen dapat terjadi secara alami akibat reproduksi seksual, maupun buatan melalui proses budidaya manusia.
  • Contoh : Spesies kucing terdapat variasi seperti kucing anggora yang berbulu panjang, serta kucing siam dan bali yang berbulu pendek

  • Keanekaragaman spesies (jenis) :

  • Perbedaan-perbedaan pada berbagai spesies makhluk hidup yang hidup di suatu habitat
  • Contoh : Di halaman rumah dapat dijumpai rumput, pohon mangga, bunga melati, burung pipit dan lain sebagainya
  • Keanekaragaman ekosistem :
  • Interaksi di antara kondisi lingkungan yang berbeda-beda dengan sekelompok faktor biotik
  • Contoh : Ekosistem terumbu karang, ekosistem sungai, ekosistem hutan
Keanekaragaman hayati : Keberadaan berbagai macam variasi bentuk, jumlah, dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan makhluk hidup, yaitu tingkat genetik, tingkat spesies, dan tingkay ekosistem

Menurur UU no. 5 tahun 1994, keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup yang ditemukan di Indonesia termasuk diantaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain. Termasuk juga kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragaman itu sendiri, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman antara spesies dan ekosistem

Spesies endemik : Spesies lokal dan unik tang hanya dapat ditemukan di daerah atau pulau tertentu. Contoh tempat : di P. Sulawesi, Papua, dan kep. Mentawai. Contoh hewan : Spesies primata yang endemik – Macaca pignensis, Simias concolor, Hylobates klosii

Penyebaran flora di Indonesia : Menurur Dr. Sampurno Kadarsan, Indonesia termasuk kawasan Malesiana yang terdiri atas Indonesia, Filipina, Semenanjung Malaysia dan Papua Nugini

  • Daerah hutan hujan tropis : Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi. Ciri : Hutan lebatm heterogen, dan kelembapan tinggi. Tumbuhan yang biasa ditemukan : pohon eboni, rotan, kamper, meranti, damar
  • Daerah hutan musim : Seluruh pulau Jawa. Ciri : Satu jenis tumbuhan (homogen) dengan daun-daunnya yang meranggas di musim kemarau misalnya pohon jati
  • Daerah sabana : Madura dan dataran tinggi Gayo (NAD). Ciri : Tumbuhan vegetasi rumput yang diselingi semak-semak dan pohon-pohon rendah. Kawasan yang mengalamai musim kemarau panjang
  • Padang rumput (stepa) : Pulau Sumba, Sumbawa, Flores, dan Timor. Padang rumput yang luas dan mengalami musim kemarau yang panjang. Berpotensi untuk peternakan sapi dan kuda-kuda lokal
Karakteristik flora di kawasan Indonesia barat dan kawasan Indonesia timur

Flora di kawasan Indonesia barat                 
Flora di Kawasan Indonesia timur
Jenis pohon meranti-merantian sangat banyak    Jenis meranti-merantian hanya sedikit
Terdapat berbagai jenis rotan                             Tidak terdapat tumbuhan rotan
Tidak terdapat hutan kayu putih                         Terdapat hutan kayu putih
Jenis tumbuhan matoa sedikit                           Terdapat berbagai jenis tumbuhan

                                                                      matoa khususnya di Papua
Jenis tumbuhan sagu sedikit                             Banyak terdapat jenis tumbuhan sagu
Terdapat berbagai jenis nangka                         Tidak terdapat jenis nangka

Penyebaran fauna di Indonesia

  • Letak Indonesia, yaitu di antara kawasan oriental (Benua Asia) di sebelah barat, dan kawasan Australia (Benua Australia) di sebelah Timur
  • Garis Wallace : Garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian barat dengan bagian tengah
  • Garis Weber : Garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian tengah dengan bagian timur
  • Berdasarkan garis pemisah fauna Wallace dan Weber, Indonesia terbagi menjadi 3 wilayah fauna :
       1.  Fauna tipe Asiatis (Indonesia bag. barat)
  • Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali
  • Karakteristik : Banyak terdapat jenis hewan menyusui yang berukuran besar serta berbagai macam kera dan ikan air tawar, sedikit burung yang bewarna
  • Contoh : Monyet probosis, orangutan, badak bercula satu, beruang matahari, babi hutan, bebek pohon, burung heron, gajah, burung merak
       2.  Fauna tipe peralihan (Australia-Asiatik)
  • Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara (bagian tengah)
  • Contoh : Babirusa, beruang, kuskus, anoa, kuda, kuskus kerdil, dan komodo
       3.  Fauna tipe Australis (Indonesia bag. Timur)
  • Papua dan kep. Aru
  • Karakteristik : Hewan menyusui yang berukuran kecil dan berkantong, tidak ada kera, sedikit jenis ikan air tawar, dan banyak jenis burung bewarna
  • Contoh : Kangguru pohon, kuskus bertutul, walabi, landak pemakan semut, burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakatua
  • Manfaat keanekaragaman hayati :
  1. Keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan
  2. Keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang dan papan
  3. Keanekaragaman hayati sebagai sumber obat dan kosmetik
  4. Keanekaragaman hayati sebagai sumber budaya
  • Penyebab hilangnya keanekaragaman hayati :
  1. Fragmentasi/hilangnya habitat
  2. Introduksi spesies
  3. Eksploitasi berlebihan spesies tumbuhan dan hewan
  4. Pencemaran tanah, udara, dan air
  5. Perubahan iklim
  • Konservasi keanekaragaman hayati :
  1. Pelestarian in situ : Upaya pelestarian langsung di alam. Contoh : Cagar Alam Kerinci Seblat dan Gunung Leuser di Sumatera, Cagar Alam Tanjung Putting di Kalimantan, dan Cagar Alam Pulau Komodo di NTT
  2. Pelestarian ek situ : Upaya pelestarian dengan cara penangkaran yang dilakukan bukan di tempat hidup (habitat) asli suatu makhluk hidup. Cara ini dilakukan terutama pada suatu spesies makhluk hidup yang langka atau memiliki nilai ekonomi tinggi, misalnya : badak, jalak bali, rusa timur. Contoh : Kebun raya, kebun binatang, taman safari

sumber
»»  Baca Selengkapnya...

Jamur


+ Ciri-ciri jamur :

  1. Eukariotik yang memiliki dinding sel
  2. Tidak memiliki klorofil
  3. Makanannya berupa bahan organik yang diperoleh dari lingkungannya, baik dari mahkluk hidup lain atau dari sisa mahkluk hidup
  4. Dinding sel tersusun dari kitin
  5. Beberapa memiliki zat warna, seperti Amanita muscaria
  6. Jamur multiseluler memiliki sel-sel memanjang berupa benang-benang (hifa)
  7. Hifa pada jenis jamur tertentu memiliki sekat antar-sel yang disebut septum
  8. Hifa tanpa sekat : Hifa senositik
  9. Hifa jamur bercabang-cabang dan berjalin membentuk miselium
  10. Miselium vegetatif : Menyerap makanan
  11. Miselium generatif : Alat reproduksi, menghasilkan spora
  12. Melakukan pencernaan secara ekstraseluler atau di luar tubuh jamur
  13. Bersifat heterotrof
+ Berdasarkan cara memperoleh makanannya :
  1. Saprofit : Memperoleh zat organik dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup. Sebagai pengurai (dekomposer) utama
  2. Parasit : Memperoleh zat organik dari organisme hidup lain. Merugikan organisme inangnya karena dapat menyebabkan penyakit
  3. Simbiosis mutualisme : Hidup saling menguntungkan dengan organisme lain. Contohnya : Jamur bersimbiosis dengan ganggang hijau biru membentuk lumut kerak dan jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman tingkat tinggi membentuk mikoriza
+ Habitatnya :
  1. Tempat basah/lembab di daratan
  2. Organisme/sisa-sisa organisme di laut/air tawar
  3. Lingkungan asam
  4. Konsentrasi gula tinggi
+ Reproduksi aseksual :
  1. Pembentukan kuncup/tunas pada jamur uniseluler
  2. Pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) pada jamur uniseluler
  3. Pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada jamur multiseluler. Spora aseksual berupa :
  • Sporangiospora : Dihasilkan dari pembelahan mitosis sel dalam kotak spora (sporangium) yang terdapat pada ujung sporangiofor (struktur yang mendudukung sporangiofor)
  • Konidiospora : Dihasilkan dari pembelahan mitosis sel pada ujung konidiofor (penudukung konidia)
+ Reproduksi seksual : Pembentukan spora seksual yang dihasilkan secara
   singami (penyatuan sel/hifa yang berbeda jenis)

+ Klasifikasi berdasarkan cara reproduksi seksualnya :

  1. Zigomycota :
  • Hifa tak bersekat
  • Hifa berdiferensiasi membentuk sporangium
  • Alat reproduksi seksual : Zigosporangium yang berdinding tebal dan bewarna kehitaman
  • Tidak memiliki tubuh buah
  • Habitatnya :
  1. Merupakan jamur terestrial (daratan)
  2. Saprofit pada makanan/pada sisa tumbuhan dan hewan
  3. Parasit pada manusia dan tumbuhan
  4. Bersimbiosis saling menguntungkan dengan organisme lain
  • Reproduksi aseksualnya : Fragmentasi miselium atau pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) yang dihasilkan oleh sporangium
  • Peranannya :
  1. Rhizopus oryzae : Pembuatan tempe
  2. Mucor javanicus : Pembuatan tape
  3. Rhizopus stolonifer, Rhizopus nigricans, Mucor mucedo, Pilobolus : Pengurai saproba sisa organisme/bahan yang terbuat dari produk organisme
     2.  Ascomycota :
  • Sebagian besar multiseluler, uniseluler (Saccaromyces cerevisiae)
  • Yang multiseluler hifanya bersekat
  • Alat reproduksi aseksualnya : Hifa yang berdiferensiasi membentuk konidiofor
  • Alat reproduksi seksualnya : Askus
  • Tubuh buah pada Ascomycota : Askokarp
  • Peranannya :
  1. Saccharomyces cerevisiae : Pembuatan roti dan minuman beralkohol (mengubah gula menjadi alkohol (etanol) dan karbon dioksida)
  2. Saccharomyces ellipsoideus : Pembuatan wine dari buah anggur
  3. Saccharomyces tuac : Pembuatan tuak dari air nira
  4. Neurospora crassa : Oncom
  5. Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinea : Tubuh buahnya dapat dimakan
  6. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum : Antibiotik
  7. Penicillium camembertz dan Penicillium roqueforti : Keju
     3.  Basidiomycota :
  • Jamur multiseluler hifanya bersekat
  • Tubuh buah pada Basidiomycota : Basidiokarp
  • Alat reproduksi seksualnya : Basidiospora
  • Reproduksi aseksualnya : Membentuk spora konidia
  • Peranannya :
  1. Jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvacea), dan jamur shitake (Lentinula edodes) : Dapat dimakan tubuh buahnya
  2. Jamur kayu (Ganoderma) : Obat/makanan suplemen
  • Yang merugikan :
  1. Jamur karat (Puccinia graminis) : Parasit pada daun tanaman pertanian
  2. Punnicinia arachidis : Parasit pada tanaman kacang
  3. Ustilago maydis : Parasit pada jagung
  4. Amanita ocreata dan Amanita phalloides : Beracun dan mematikan bila dimakan
  5. Amanita muscaria : Menyebabkan halusinasi bila dimakan
     4.  Deuteromycetes :
  • Bukan kelompok jamur sebenarnya dalam klasifikasi jamur
  • Setiap jenis jamur sudah diidentifikasi tetapi belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam deuteromycetes (jamur tidak sempurna)
  • Jika cara reproduksi suatu jenis jamur Deuteromycetes diketahui, jamur tersebut akan dikelompokkan ulang menjadi anggota salah satu divisi jamur Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota
Lumut kerak :
  1. Bentuk kehidupan saling menguntungkan antara jamur dan organisme fotosintetik
  2. jamur dalam lumut kerak umumnya adalah Ascomycota dan Basidiomycota, sedangkan organisme fotosintetiknya adalah Cyanobacteria/ganggan hijau uniseluler
  3. Jamur memperoleh hasil fotosintesis dari Cyanobacteria
  4. Jamur bertugas menjaga ketersediaan air bagi Cyanobacteria
  5. Cyanobacteria memperoleh nutrien untuk fotosintesis yang diserap oleh jamur dari lingkungan
  6. Reproduksi aseksual : Fragmentasi badan vegetatif (talus) atau dengan soredia
  7. Reproduksi seksualnya : Jika yang bersimbiosis adalah Ascomycota dan Basidiomycota yang menghasilkan askospora dan basidiospora
Mikoriza :
  1. Simbiosis mutualisme antara jamur dan akar tumbuhan tingkat tinggi
  2. Jamur memperoleh senyawa organik
  3. Tumbuhan memperoleh air dan mineral (terutama fosfor) yang diserap oleh jamur dari dalam tanah, jamur juga menyediakan hormon pertumbuhan tertentu yang melindungi akar tumbuhan terhadap infeksi mikroorganisme
sumber
»»  Baca Selengkapnya...

Protista



+ Ciri protista :
  1. Sel eukariotik
  2. Uniseluler/multiseluler
  3. Tidak memiliki jaringan yang sebenarnya 
+ Protista yang menyerupai jamur :
  1. Merupakan jamur parasit dan predator yang menghasilkan spora. Jamur parasit merupakan jamur air pengurai uniseluler yang hidup di perairan. Jamur predator/fagosit merupkan jamur lendir yang hidup menyerupai amoeba
  2. Kesamaan dengan jamur adalah :
  • Memiliki struktur yang menghasilkan spora
  • Heterotrof
  • Parasit/pengurai
     3.  Jamur air (Oomycota) :
  • Hidup bebas dan mendapatkan nutrisi dari sisa tumbuhan di kolam, danau, dan aliran air
  • Hidup di dalam jaringan yang mati pada tumbuhan
  • Parasit pada organisme akuatik
  • Patogen pada tanaman
  • Reproduksi seksual : Penyatuan gamet jantan dan betina
  • Contohnya : Saprolegnia (parasit pada hewan air), Plasmopora viticula (pada buah anggur), Phytophthora infestans (pada kentang dan tomat)
    4.  Jamur lendir (Myxomycota) :
  • Menghasilkan sel-sel yang hidup bebas pada sebagian siklus hidupnya disebut amoeboid
  • Predator fagosit karena menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik
  • Co : Dictyostelium discoideum
+ Protista yang menyerupai hewan :
  1. Dikenal dengan istilah Protozoa
  2. Uniseluler dan heterotrofik
  3. Eukariotik
  4. berukuran mikroskopis, 10-200 mikron
  5. Reproduksi aseksual : Pembelahan biner
  6. Reproduksi seksual : Konjugasi
  7. Inti makronukleus : Mengatur metabolisme
  8. Inti mikronukleus : Konjugasi
  9. Vakuola makanan : Cerna
  10. Vakuola kontraktil : Osmoregulator
  11. Jika lingkungan kering, akan membentuk krista
  12. Klasifikasi berdasarkan alat geraknya :
  • Rhizopoda :

  1. Alat gerak : Pseodopoda (kaki semu)
  2. Ektoamoeba (bebas) :
  • Foraminifera : Tanah globigerina (indikator minyak)
  • Amoeba
  • Radiolaria : Tanah radiolaria (bahan penggosok)
  • Arcella
  • Diflugia
        3.  Entamoeba (parasit) :
  • Ginggivalis : Gusi
  • Dysentriae : Disentri
  • Coli : Di kolon
        4.  Tidak memiliki bentuk tetap
        5.  Sitoplasmanya terdiri dari Ektoplasma dan Endoplasma

  • Flagellata :
  1. Alat gerak : Flagellum (bulu cambuk)
  2. Bebas :

  • Euglena : Euglenophyta
  • Voluax
  • Noctiluca Miliaris : Kunang laut
               3.  Parasit :
  • Di darah manusia :
  1. Leismania donovani : Kalazar
  2. Tryponosoma cruzi : Anemia
  3. Tryponosoma gambiue : Tidur

  • Di usus manusia :
                   + Giordialamblia : Diare
  • Di alat kelamin :
                   + Trichomonas vaginalis
  • Di darah ternak :
                   + Trypanosoma evansi : Surrah
  • Cilliata :
  1. Alat gerak : Silia (rambut getar)
  2. Balantidium coli
  3. Vorticella : Bentuk lonceng
  4. Stentor : Bentuk terompet
  5. Paramecium
  6. Suctoria
  7. Didinum
  8. Stylonichia

  • Sporozoa :

  1. Tidak memiliki alat gerak
  2. Toxoplasma gondii : Tokso pada janin
  3. Plasmodium :

  • Falcivarum : Tropika (1 x 24 jam)
  • Vivax : Tertiana (2 x 24 jam)
  • Malariae dan ovale : Guartana (3 x 24 jam)
               4.  Reproduksi vegetatif : Pembelahan biner
               5.  Reproduksi generatif : Pembentukan gamet dilanjutkan dengan

                    penyatuan gamet jantan & betina
  13.  Peran protozoa dalam kehidupan manusia :
  • Menguntungkan :
  1. Foraminifera, cangkang, atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam dan mineral
  2. Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolaria

  • Merugikan :
  1. Entamoeba histolytica : Diare
  2. Trypanosoma brucei : Penyakit tidur di Afrika
  3. Leishmania : Penyakit kala-azar
  4. Trichomonas vaginalis : Parasit, pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki
  5. Toxoplasma gondii : Toksoplasmosis
  6. Plasmodium : Penyakit malaria
+ Protista yang menyerupai tumbuhan :
  1. Ganggang uniseluler ada yang hidup soliter dan ada yang hidup berkoloni
  2. Ganggang multiseluler ada yang berbentuk benang/lembaran
  3. Struktur yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun disebut talus
  4. Eukariotik, memiliki kloroplas (organel yang mengandung zat warna (pigmen) yang digunakan untuk berfotosintesis
  5. Pigmen dalam kloroplas berfungsi menyerap energi cahaya matahari yang berguna untuk proses fotosintesis. Pigmen utama fotosintesis adalah klorofil
  6. Pigmen tambahan : karoten dan fikobilin
  7. Pirenoid berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan pada sema jenis ganggang
  8. Organisme autotrof, berperan sebagai produsen
  9. Beberapa jenis ganggang yang berbentuk talus, reproduksi : Metagenensis (pergiliran keturunan). Metagenesis terjadi antara generasi penghasil spora (sporofit/vegetatif) dan generasi penghasil gamet (gametofit/generatif)
  10. Cara reproduksi pada ganggang :
  • Isogami : Penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis namun memiliki bentuk dan ukuran sama
  • Anisogami : Penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis, memiliki bentuk sama namun ukuran berbeda
  • Oogami : Penyatuan 2 gamet yang berbeda bentuk dan ukuran
   11.  Reproduksi aseksual : Pembelahan biner (ganggang uniseluler), fragmentasi 
          (ganggan multiseluler berbentuk filamen dan talus), dan pembentukan spora
          (ganggang uniseluler maupun ganggang multiseluler)
   12.  Reproduksi seksual : Penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis
   13.  Klasifikasi ganggang :

  • Euglenoid (euglenophyta) :
  1. Memiliki pigmen merah (fikobilin)
  2. Mendeteksi dan bergerak menuju cahaya
  3. Uniseluler, tidak memiliki dinding sel
  4. Reproduksi aseksual : Pembelahan biner
  5. Contoh : Euglena
  • Ganggan keemasan (chrysophyta) :
  1. Pigmen dominan : Santofil (keemasan)
  2. Uniseluler soliter (co : Ochromonas)
  3. Multiseluler (co : Vaucheria)
  4. Dinding sel mengandung hemiselulosa, silika, dan pektin
  5. Reproduksi aseksual : Pembelahan biner & pembentukan spora
  6. Reproduksi seksual : Penyatuan 2 jenis gamet
  7. Contohnya : Navicula,Synura, dan Mischococcus
  • Ganggang api (pyrrophyta/dinoflagellata) :
  1. Mampu berpendar
  2. Menyebabkan timbulnya red tide yang menghasilkan toksin (racun) yang dapat membunuh ikan & hewan laut disekitarnya. Pada manusia dapat menimbulkan kerusakan otak pada manusia yang memakan makanan laut yang tercemar toksin tersebut
  3. Pigmen : Klorofil a dan c, santofil, dinosantin, dan fikobilin
  4. Hanya hidup di laut dan dikenal sebagai produsen utama fitoplankton laut
  5. Reproduksi aseksual : Pembelahan biner
  6. Contoh : Gymnodinium breve, Gambierdiscus toxicus, Gonyaulax, Noctiluca scintillans
  • Ganggan hijau (chlorophyta) :
  1. Pigmen dominan : Klorofil a dan b
  2. Multiseluler, uniseluler
  3. Hidup di air tawar
  4. Contohnya : Ulva, Chlorella, Chlorococcum, Chlamydomonas, Volvox, Gonium dll
  5. Reproduksi aseksual : Membelah diri, pembentukan spora, dan fragmentasi
  • Ganggang coklat (phaeophyta) :
  1. Pigmen dominan : Fukosantin
  2. Cadangan makanan disimpan dalam laminarin
  3. Reproduksi aseksual : Fragmentasi
  4. Reproduksi seksual : Isogami, anisogami, dan oogami
  5. Contohnya : Sargassum, Laminaria, Turbinaria, fucus vesiculosus, Macrocystis, Nereocystis, dan Hormosira
  • Ganggang merah (rhodophyta) :
  1. Pigmen dominan : Fikoeritrin
  2. Cadangan makanan : Tepung florid
  3. Reproduksi aseksual : Spora
  4. Reproduksi seksual : Oogami
  5. Contoh : Euchema spinosum, Gelidium robustum, Chondrus crispus, Gigartina mammilosa, Gracillaria verrucosa dll
    14.  Manfaat gangang bagi manusia :
  • Chlorella, Suplemen bergizi tinggi
  • Ulva, Caulerpa, dan Enteromorpha, Sumber makanan berupa sayur
  • Ganggang merah, penghasil gelatin untuk pembuatan agar-agar
  • Ganggang keemasan, bahan peledak, bahan penggosok
  • Ganggan coklat, Pupuk pertanian
  • Laminaria digitalis, Penghasil yodium untuk obat penyakit gondok
  • Macrocystis dan Laminaria, Penghasil asam alginat
»»  Baca Selengkapnya...

Eubacteria dan Archaebacteria

+ Eubacteria
  • eu (=sejati) dan bacteria (=bakteri). Eubacteria (=bakteri sejati)
  • Bakteri ditemukan pertama kali oleh Anthony Van Leeuwenhoek
  • Ilmu yang mempelajari bakteri adalah bakteriologi
    - Ciri sel :
  1. Ukuran dan bentuk sel : berdiameter 0,12 mikron sampai ratusan mikron. Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Ada 3 bentuk dasar :


  • Kokus (bulat) 
  • Basil (batang)
  • spirila (spiral)
     2.  Struktur dan fungsi sel :
  • Dinding sel : berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Terususn dari peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan : 

  1. Bakteri gram positif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptodoglikan yang tebal, warna : ungu, co : Vibrio cholerae
  2. Bakteri gram negatif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis, warna : merah muda/merah, co : E.coli

  • Membran plasma : Membarn yang menyelubungi sitoplasma. Tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Bersifat selektif permeabel dan berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya
  • Sitoplasma : Cairan sel. Mengandung ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
  • Ribosom : Organel yang berukuran sangat kecil dan merupakan tempat terjadinya sintesis protein yang dibantu oleh RNA
  • DNA : Materi pembawa informasi genetik 
  • Granula penyimpanan : Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
  • Kapsul atau lapisan lendir : lapisan diluar dinding sel. Tebal=kapsul / tipis=lapisan lendir. Berfungsi membantu sel bakteri melekat pada suatu permukaan/dengan sel bakteri lainnya, pertahanan bakteri dari sel-sel fagosit, dan melindungi sel bakteri saat mengalami kekeringan
  • Flagelum : Bulu cambuk
  1. Satu : Monotrik
  2. Banyak flagelum di satu sisi : Lofotrik
  3. 1/banyak flagelum di dua sisi : Amfitrik
  4. Tersebar di seluruh permukaan : Peritrik

  • Endospora : Bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif
Cara hidup : Berdasarkan cara memperoleh makanan
  • Bakteri heterotrof : Bakteri yang makanannya berupa senyawa organik dari organisme lain.Terbagi menjadi :
  1. Bakteri saprofit : Bakteri yang memperoleh makanan dari sisa organisme lain/produk organisme lain. Baketri pengurai (dekomposer)
  2. Bakteri parasit : Bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Jika menimbulkan penyakit pada inangnya maka akan disebut bakteri patogen
  • Bakteri autotrof : Bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri
Berdasarkan Kebutuhan oksigen untuk merombak makanan agar memperoleh energi :
  • Bakteri aerob : Membutuhkan oksigen untuk memperoleh energi
  • Bakteri anaerob : Tidak membutuhkan oksigen untuk memperoleh energi. Energi diperoleh dengan fermentasi. Dibedakan menjadi : 

  1. Anaerob obligat : Hanya dapat hidup juka tidak ada oksigen
  2. Anaerob fakultatif : Dapat hidup jika ada oksigen maupun tidak ada oksigen
Reproduksi :
  1. Aseksual : Pembelahan biner (setiap sel membelah menjadi 2)
  2. Seksual

  • Transformasi : Masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri
  • Transduksi : Pemindahan materi genetik 1 sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain, yaitu bakteriofage
  • Konjugasi : Pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara 2 sel bakteri yang berdekatan

Habitat : Lingkungan lembab atau agak basah dengan temperatur 25-37 derajat Celsius

Klasifikasi eubacteria : 5 filum

  • Proteobacteria : bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof/fotoheterotrof dan proteobacteria yang bersifat kemoautotrof/kemoheterotrof
  • Cyanobacteria :

  1. Memiliki klorofil
  2. Tidak memiliki alat gerak tapi dapat melakukan fotosintesis
  3. Hidup soliter/koloni. Koloni berbentuk benang, lembaran, atau bola berongga.
  4. Berbentuk benang ada 3 macam sel utama : 1. Heterokista : Sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen, 2. Akinet : Sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri, 3. Baeosit : Sel-sel bulat kecil hasil reproduksi, berguna untuk fotosintesis.
  5. Tidak memiliki membarn inti (prokariot)
  6. Mengandung pigmen klorofil, karoten, fikosianin (biru), dan fikoeritrin (merah)
  7. Autotrof
  8. Menghasilkan oksigen
  9. Reproduksi : Aseksual : Pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan akinet (spora)

  • Spirochetes : Berbentuk spiral dengan panjang 5-250 mikron. Merupakan bakteri gram negatif. Memiliki suatu struktur unik yang disebut filamen aksial : Semacam serabut di sepanjang tubuh, di dalam selubung terluang tetapi di luar dinding sel, berfungsi untuk membuat gerakan berputar
  • Chlamydias : Hidup sebagai parasit. Memiliki 2 bentuk sel dalam siklus hidupnya, yaitu : 


  1. Badan dasar : Masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial
  2. Badan inisial : Tumbuh dan membelah diri, lalu membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan ke sel inang yang disertai pecahnya sel inang
  • Bakteri gram positif : Beberapa bakteri gram positif membentuk endospora ketika lingkungan miskin akan zat makanan

Archaebacteria
  • Kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid
  • Hidup pada lingkungan ekstrim
  • Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, Archaebacteria dibagi menjadi 3 :

  1. Bakteri metanogen : Bakteri yang menghasilkan metana dari gas hidrogen dan karbon dioksida/asam asetat. Metana disebut juga biogas. Hidup dirawa sebagai pengurai. Co : Methanobacterium
  2. Bakteri halofil : Bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Co :Halobacterium
  3. Bakteri termoasidofil : Hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal : temperatur 60-80 derajat Celsius dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawah vulkanik. Co : Sulfolobusdan Thermoplasma
Bakteri dalam kehidupan manusia
  • Bakteri yang menguntungkan
         1. Eubacteria :
  • Pembusukan sisa-sisa makhluk hidup. Co : E. Coli
  • Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi. Co : Acetobacter : Pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus : Pembuatan yogurt
  • Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen. Co :Rhizobium leguminosarum
  • Penyubur tanah. Co : Nitrosococcus
  • Penghasil antibiotik. Co : Bacillus polymixa : Polimiksin B
  • Penelitian rekayasa genetika
  • Pembuatan zat kimia. Co : Clostridium acetobutylicum
         2. Archaebacteria : Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Co :MethanobacteriumBakteri yang merugikan

  1. Eubacteria :
  • Pembusukan makanan. Co : Clostridium botulinum
  • Penyebab penyakit pada manusia. Co : Mycobacterium tuberculosis (TBC),Vibrio chloerae (kolera/muntaber), Clostridium tetani (tetanus)
  • Penyebab penyakit pada hewan. Co : Bacillus anthracis (antraks pada sapi)
  • Penyebab penyakit pada tanaman budidaya. Co : Pseudomonas solanacearum
      2.  Archaebacteria : Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam

Penanggulangan terhadap bakteri :
  • Pengawetan dan pengolahan makanan
  1. Pemanisan
  2. Pengeringan
  3. Pengasapan
  4. Pengasinan
  5. Pendinginan
  6. Pasteurisasi : Pemanasan dengan suhu 63-72 derajat Celsius selama 15-30 menit. Dilakukan pada susu untuk mematikan bakteri patogen dan mempertahankan rasa dan aroma khas susu
  7. Sterilisasi : Pemanasan dengan menggunakan udara panas/uap air panas bertekanan tinggi. Menggunakan oven dengan temperatur 170-180 derajat Celsius. Untuk mensterilkan peralatan gelas. Alat : Autoklaf
  • Kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan

  1. Menjaga kebersihan lingkungan
  2. Menjaga kebersihan badan
  3. Makan makanan sehat
  4. Cukup istirahat
  5. Melakukan olah raga

  • Imunisasi
  1. Vaksin kolera : Kolera
  2. Vaksin tifus : Tifus
  3. Vaksin BCG : TBC
  4. Vaksin DPT : Difteri, tetanus, batuk
sumber 
»»  Baca Selengkapnya...

DAFTAR ISI

»»  Baca Selengkapnya...

Virus

Berasal dari bahasa latin, yaitu virion yang berarti racun
+ Ciri virus :
  • Ukuran dan bentuk

  1. 25-300 nm
  2. Paling kecil virus polio. Paling besar virus TMV
  3. Bulat : Virus influenza, & HIV
  4. Oval : Virus rabies
  5. Batang : Virus TMV
  6. Polihedral : Adenovirus
  7. Huruf T : Bakteriofage
  • Struktur dan fungsi
         1. Bukan berupa sel (aseluler), berupa partikel yang disebut virion
         2. Asam nukleat : Molekul pembawa informasi genetika. DNA saja/RNA saja
         3. Selubung protein (kapsid) : Pembungkus asam nukleat, tersusun dari subunit

             protein yang disebut kapsomer
         4. Memberi bentuk virus
         5. Virus kompeks : Memiliki bagian kepala dan ekor. Contoh : Bakteriofage
         6. Gabungan dari asam nukleat dan kapsid disebut nukleokapsid

Reproduksi :

  1. Tahap pelekatan : Saat partikel virus (virion) melekat pada sel yang diinfeksi. Tempat pelekatan disebut reseptor
  2. Tahap penetrasi : Tahap materi genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang
  3. Tahap replikasi dan sintesis : Tahap terjadinya perbanyakan partikel virus di dalam sel inang. Sel inang akan dikendalikan sehingga sel dapat membuat komponen virus
  4. Tahap pematangan : Penyusunan asam nukleat dan protein menjadi partikel virus yang utuh
  5. Tahap pelepasan : Tahap partikel virus keluar dari sel inang dengan memecahkan sel tersebut
  6. Siklus litik : Tahapnya seperti diatas, pematangan berlangsung cepat kemudian memecahkan sel tersebut hingga sel inang mati (lisis)
  7. Siklus lisogenik : DNA/RNA virus yang disisipkan pada kromosom sel inang akan mengadakan replikasi secara terus-menerus. Menghasilkan banyak sel anakan yang terinfeksi

  • Habitat
         1. Bakteri
         2. Mikroorganisme
         3. Eukariot (seperti protozoa dan khamir)
         4. Tumbuhan : Masuk melalui perantara serangga (vektor)
         5. Hewan/manusia : Masuk melalui makanan, minuman, udara, darah, luka, atau
             gigitan
  • Klasifikasi :
         1. Menggunakan sistem ICTV (International Committee on Taxonomy of Viruses)
         2. 3 tingkat takson : 1. famili diakhiri viridae, 2. genus diakhiri virus, 3. spesies 
             menggunakan bahasa Inggris dan diakhiri virus
         3. Virus bakteri : Bakteriofage/fage, mengandung DNA
         4. Virus mikroorganisme eukariotik : Mengandung RNA, contoh : Mycovirus
         5. Virus tumbuhan : Mengandung RNA, contoh : TMV
         6. Virus hewan : Mengandung RNA/DNA, contoh : Virus penyakit mulut dan kaki
             pada sapi

+ Virus yang memberi manfaat : Bidang rekayasa genetika krn dapat digunakan untuk kloning gen (produksi DNA secara identik). Co : Mengendalikan pertumbuhan serangga, terapi gen manusia

+ Virus yang merugikan :

  1. Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia

  • Influenza virus : Menyebabkan penyaki flu
  • Human immunodeficiency virus (HIV) : Penyebab AIDS, menyerang sel-sel darah putih jenis limfosit B
  • Hepatitis delta virus : Penyakit hepatitis B
  • Ebola virus : Penyakit ebola
  • Measles virus : Penyakit cacar
  • Polio virus : Penyakit polio
  • Herpes simplex virus : Penyakit herpes
  • Mumps virus : Penyakit gondong
  • Human papollomavirus : Penyebab kutil pada kilit
     2.  Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan

  • Rous sarcoma (RSV) : Penyebab tumor pada ayam
  • Bovine papillomavirus : Penyebab tumor pada sapi
  • Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi
  • Virus penyakit tetelo pada ayam (Newcastle disease)
  • Rabies virus : Penyebab rabies pada anjing, monyet, kucing dan manusia
  • Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan 
  • Tobacco mosaic virus (TMV) : Penyakit mosaik pada tembakau
  • Citrus leprosis virus (CiLV) : Penyebab penyakit pada jeruk
  • Virus tungro : Penyakit pada tanaman padi
  • Virus yang menyerang tanaman hias
+ Pencegahan terhadap virus : Pemberian vaksin. Vaksin adalah suatu zat yang mengandung mikroorganisme patogen yang sudah dilemahkan, memberikan kekebalan secara pasif. Contoh :
  • OPV (Oral polio vaccine) : Vaksin polio
  • Vaksin rabies
  • Vaksin hepatitis B
  • Vaksin influenza
  • Vaksin cacar
  • Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar, gondong dan campak
»»  Baca Selengkapnya...