Sabtu, 01 Juni 2013 | By Science Colombo 2013
Dalam menuliskan kalimat dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar maka kita harus ketahui yaitu unsur-unsur yang ada untuk membuat suatu kalimat yang biasanya dipakai dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa Indonesia biasanya digunakan aturan SPO atau SPOK (Subjek, Predikat, Objek atau Subjek, Predikat, Objek, Keterangan).
Unsur-unsur kalimat :
- Subjek : merupakan jawaban atas pertanyaan apa dan siapa kepada predikat. Contoh : Aiba memelihara kucing. Maka pertanyaan “Siapa memelihara?” Adalah Aiba.
- Predikat
o Menimbulkan pertanyaan apa dan siapa
o Dapat berupa kata “adalah” atau “ialah”
o Dapat disertai kata aspek (seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan) pada kalimat verba atau adjectiva dan modalitas (seperti ingin, hendak, dan mau) untuk menyatakan keinginan pelaku.
- Objek : Untuk predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-.
- Pelengkap : Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap.
- Keterangan : Unsur kalimat yang dapat diubah-ubah posisinya. Jika dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO .Jika tidak dapat di pindah maka bukan keterangan.
Dalam suatu kalimat yang biasa digunakan terdapat pola-pola kalimat dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat dasar saja. Kalimat dasar tersebut dapat berupa:
- Kalimat dasar berpola SP
Terdiri dari subjek dan predikat. Predikat dapat berupa:
o kata kerja (Ohno(S) sedang memancing(P))
o kata benda (Ayahnya(S) juru masak(P))
o kata sifat (Ohno(S) baik hati(P))
o kata bilangan (Personil Arashi(S) 5 orang(P))
- Kalimat dasar berpola SPO
Mempunyai unsur Subjek, Predikat, dan Objek. Contoh : Mereka(S) sedang menyelenggarakan(P) konser(O).
- Kalimat dasar berpola SP Pel.
Mempunyai unsur Subjek, Predikat, dan Pelengkap. Contoh : Nino(S) berpakaian(P) rapi(Pel).
- Kalimat dasar berpola SPO Pel.
Terdiri dari Subjek, Predikat, Objek, dan Pelengkap. Contoh : Ohno(S) membelikan(P) Nino(O) topi(Pel).
- Kalimat dasar berpola SPK
Terdiri dari Subjek, Predikat, dan Keterangan. Contoh : Aiba(S) berasal dari(P) Chiba(K).
- Kalimat dasar berpola SPOK
Terdiri dari Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan. Contoh : Mereka(S) makan(P) sawo(O) saat festival(K).
Pola-pola kalimat tersebut juga dapat disusun berdasarkan kata kerja (KK), kata sifat (KS), kata benda (KB) dan kata bilangan (KBil). Berdasarkan penelitian para ahli, pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.
1. KB + KK --> Mereka bernyanyi.
2. KB + KS --> Aiba dermawan.
3. KB + KBil --> Harga album terbaru Arashi delapan ratus ribu.
4. KB + (KD + KB) --> Tinggalnya di Jambi.
5. KB1 + KK + KB2 --> Mereka menonton konser.
6. KB1 + KK + KB2 + KB3 --> Paman mencarikan saya pekerjaan.
7. KB1 + KB2 --> Ohno penyiar.
Ketujuh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula pola-pola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks. »» Baca Selengkapnya...
| By Science Colombo 2013
- Kata ulang (reduplikasi) adalah bentuk dasar yang diulang
- Bentuk dasar adalah suatu bentuk linguistik yang dijadikan dasar pembentukan kata ulang (bentuk yang lebih besar/bentuk kata sebelum dijadikan kata ulang)
- Prinsip-prinsip pengulangan :
- Pengulangan tidak mengubah golongan (kelas) kata, dari bentuk kata ulang, seperti kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Contoh :
- Kata benda : Sepatu-sepatu (sepatu), bungkusan-bungkusan (bungkusan), buah-buahan (buah)
- Kata kerja : Berkejar-kejaran (berkejaran), mencabut-cabuti (mencabuti), tertegun-tegun (tertegun)
- Kata sifat : Bagus-bagus (bagus), nakal-nakal (nakal), seburuk-buruknya (buruk), keputih-putihan (putih)
- Bentuk dasar selalu berupa bentuk yang terdapat dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Contoh :
- Memperbincang-bincangkan : bentuk dasarnya memperbincangkan, bukan memperbincang
- Bersalam-salaman : bentuk dasarnya bersalaman, bukan bersalam
- Rumah-rumahan : bentuk dasarnya rumah, bukan rumahan
- Berdasarkan jenisnya, kata ulang terbagi menjadi 4 jenis :
- Pengulangan utuh/murni/dwilingga : Pengulangan seluruh kata dasar. Co : Ibu-ibu (ibu), lampu-lampu (lampu), pertokoan-pertokoan (pertokoan)
- Pengulangan sebagian/dwipura/suku awal: Bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya, biasanya disertai variasi e pepet. Co : Laki-laki-lalaki-lelaki, bercaci-cacian (bercacian), menendang-nendang (menendang), minum-minuman (minuman), tunjuk-menunjuk (menunjuk)
- Pengulangan berimbuhan : Bentuk pengulangan kata dengan mendapat awalan, sisipan, akhiran atau gabungan imbuhan sebelum/sesudah kata dasarnya diulang. Co : Mobil-mobilan (mobil), sebesar-besarnya (besar), kemerah-merahan (merah)
- Pengulangan berubah bunyi : Co : Warna-warni (warna), sayur-mayur (sayur), bolak-balik (balik), kerlap-kerlip (kerlip)
- Makna yang dimunculkan oleh kata ulang :
- Menyatakan banyak : Pemain-pemain bola itu berlatih dengan giat
- Menyatakan bermacam-macam : Para atlet dianjurkan memakan sayur-sayuransegar
- Menyatakan saling : Setelah pertandingan berakhir, mereka berpeluk-pelukan
- Menyatakan perbuatan yang dilakukan hanya untuk kesenangan : Merekaduduk-duduk di bawah pohon sambil menceritakan pengalaman masing-masing
- Menyatakan menyerupai : Dia membelikan raket-raketan untuk adiknya yang berusia 3 tahun
- Menyatakan agak : Ia menyembunyikan wajahnya yang kemerah-merahan sewaktu menerima pujian atas prestasi yang diperolehnya
- Menyatakan melakukan pekerjaan yang berulang-ulang : Ia melempar-lemparbola basket itu kepada pemain sebagai pemanasan
- Menyatakan kolektif : Mereka memasuki lapangan dua-dua orang untuk melakukan contoh tendangan bola yang baru diajarkan pelatih
- Menyatakan memiliki sifat : Bicaranya keibu-ibuan sehingga aku merasa lebih cepat mengerti
- Menyatakan sangat : Cepat-cepat ditendangnya bola ke arah gawang lawan
- Menyatakan tingkat yang paling tinggi (superlatif) : Ia berlari sekencang-kencangnya untuk mencapai garis finis
»» Baca Selengkapnya...
| By Science Colombo 2013
- Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
- Ciri-ciri Puisi Lama :
- Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
- Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
- Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
- Jenis Puisi Lama. Yang termasuk puisi lama adalah :
- Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
- Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
- Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
- Seloka adalah pantun berkait
- Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
- Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
- Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 bari
- Ciri-ciri dari jenis puisi lama :
- Mantra :
- Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
- Bersifat lisan, sakti atau magis
- Adanya perulangan
- Metafora merupakan unsur penting
- Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
- Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.
- Pantun :
- Setiap bait terdiri 4 baris
- Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
- Baris 3 dan 4 merupakan isi
- Bersajak a – b – a – b
- Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
- Berasal dari Melayu (Indonesia)
- Karmina :
- Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.
- Bersajak aa-aa, aa-bb
- Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.
- Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.
- Semua baris diawali huruf capital.
- Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
- Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.
- Seloka :
- Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,
- Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
- Gurindam :
- Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian
- baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
- Syair :
- Terdiri dari 4 baris
- Berirama aaaa
- Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair
- Talibun :
- Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
- Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
- Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
- Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
- Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
- Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama :
- Mantra :
- Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
- Pantun :
- Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
- Karmina :
- Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
- Seloka :
- Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
- Gurindam :
- Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
- Syair :
- Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
- Talibun :
- Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
- Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
sumber »» Baca Selengkapnya...
| By Science Colombo 2013
- Puisi baru memiliki bentuk yang lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
- Ciri-ciri Puisi Baru :
- Bentuknya rapi, simetris
- Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
- Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
- Sebagian besar puisi empat seuntai
- Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
- Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata
- Jenis-jenis Puisi Baru :
- Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
- Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
- Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
- Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
- Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
- Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
- Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
- Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
- Menurut bentuknya, puisi dibedakan atas :
- Distikon
- Terzina
- Quatrain
- Quint
- Sektet
- Septime
- Oktaf/Stanza
- Soneta
- Contoh jenis puisi menurut isinya :
a) BALADA
Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Aeorang Pemberontak”
b) HYMNE
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
c) ODE
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
d) EPIGRAM
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal) e) ELEGI
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)
f) SATIRE
Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)
- Contoh jenis puisi dari bentuknya :
a) DISTIKON
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
b) TERZINA
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane
c) QUATRAIN
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)
d) QUINT
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
e) SEXTET
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
f) SEPTIMA
Contoh :
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Muhammad Yamin)
g) STANZA ( OCTAV )
Contoh :
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)
h) SONETA
Contoh :
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)
»» Baca Selengkapnya...
| By Science Colombo 2013
- Tujuan membaca :
- Memberi kesenangan
- Membantu memecahkan masalah penelitian
- Meningkatkan pengetahuan
- Mendapatkan informasi penting
- Materi bacaan :
- Untuk kesenangan : Novel, cerpen, buku populer, surat sahabat
- Untuk penelitian : Buku, ensiklopedia, artikel, jurnal
- Untuk pengetahuan : Majalah, surat kabar, buku
- Untuk informasi : Peta, resep, kamus, buletin, iklan, direktori telefon
- Membaca cepat :
- Mendapatkan materi teks secara umum
- Memisahkan materi relevan dengan yang tidak relevan
- Mengetahui ide/tema bacaan
- Keuntungan : Dapat melahap banyak teks
- Kerugian : Informasi tidak optimal
- Membaca cermat :
- Mendapatkan pemahaman materi teks secara detail
- Mempertahankan konsentrasi
- Mengingat dengan jelas apa yang dibaca
- Mengikuti dengan langkah-langkah/aturan secara cermat
- Memahama ide/istilah sulit
- Menyita waktu untuk 1 bacaan
- Previewing :
- Previewing adalah teknik membaca untuk mendapatkan gambaran teks secara umum
- Hasil pengamatan Mikulecky dan Jeffries (1996), dengan preview proses pemahaman informasi dapat dicapai dengan cepat, bahkan bisa membantu pembaca mengikuti gagasan penulisnya
- Hasil preview adalah mengetahui Judul, Penulis, interpretasi Jenis atau Genre Bacaan, prediksi tentang isi tulisan
- Bagian-Bagian yang Dipreview :
- Penulis: ……………………………………….
- Tahun terbit:………..Jumlah Hal:…………..
- Pendahuluan atau Pengantar:………………
- Jumlah Bab:…………………………………..
- ____Daftar Isi:…………………………………
- ____Simpulan:………………………………..
- ____Lampiran:…………………………………
- ____indeks:……………………………………
- ____Bibliografi atau Daftar Pustaka:……….
- ____Tabel, Grafik, Bagan:…………………..
- Scanning :
- Scanning adalah teknik baca cepat untuk mencari informasi yang Anda diinginkan. Anda mencari ide atau kata kunci saja.
- Seringkali anda sudah tahu apa yang anda kehendaki sehingga pikiran Anda terfokus pada penemuan jawaban.
- Scanning menggerakkan mata dengan cepat di setiap lembar halaman. Scanning akan menjawab apakah sumber bacaan ini relevan dengan kepentingan anda
- Ketika menyecan, lihatlah tata tulis yang digunakan seperti, penomoran, abjad, langkah-langkah seperti satu, dua, dst, kata-kata yang tercetak tebal, miring, atau ukuran huruf yang berbeda, gaya cetak atau warna. Seringkali Penulis akan menempatkan ide pokoknya dengan cara ini.
- Jika Anda membaca buku standar, gunakan indeks untuk menemukan ide atau kata kunci.
- Skimming :
- Skimming adalah teknik baca cepat untuk mengidentifikasi ide pokok sebuah teks. Anda tidak perlu membaca kata per kata seperti baca normal. Kecepatan baca anda 3 sampai 4 kali lebih cepat dari biasa. Orang akan menggunakan teknik ini jika begitu banyaknya bacaan yang harus dibaca dengan waktu yang terbatas. Gunakan skimming untuk melihat apakah teks tersebut sebidang dengan penelitian anda
- Langkah-langkah skimming, awalnya sama dengan previewing yaitu baca cepat judul, subjudul, lalu baca kalimat pertama atau terakhir setiap paragraf karena biasanya ide pokok ada pada posisi itu
- Ingat bahwa anda menggunakan skimming untuk mencari informasi khusus bukan pemahaman secara menyeluruh. Ide pokok juga akan tergambar pada fakta yang diberikan pada tabel, grafik atau bagan.
- Tujuan hubungan dengan tehnik membaca cepat :
- Kesenangan : Previewing, scanning, skimming -> membaca cermat
- Penelitian : Previewing, scanning, skimming -> sortir bahan : membaca cermat
- Pengetahuan : Previewing, scanning, skimming -> membaca cermat
- Informasi : Previewing, scanning, skimming -> selesai
- Tips Membaca Lebih Cepat
Phillips, Ann Dye and Peter Elias Sotiriou. Steps to Reading Proficiency. 3rd Edition.
Belmont, California: Wadsworth, 1992.
- Tinggalkan cara mebaca dengan lisan (100-300 wpm), lakukanlah dengan hati (> 800 wpm)
- Gunakan pengetahuan bahasa Indonesia Anda, seperti pola kalimat, logika berpikir, kata perangkai kalimat, dan kata kunci (keywords), sebaliknya hindari kata-kata tugas karena tidak penting untuk pemahaman. Cara ini menghemat 10-50 % kata-kata yang tidak penting
- Gunakan gerakan mata, bukan gerakan kepala secara efektif untuk menghemat waktu beberapa detik lagi
- Terapkan pengetahuan membaca yang Anda dapat, pertama previewing, scanning, dan skimming
- Biasakan diri dengan deadline waktu. Adanya tekanan waktu (time pressure) akan membantu Anda untuk lebih konsentrasi pada materi bacaan
- Jika kelima Tips di atas tidak berhasil membantu Anda secara drastis, mulailah memacu tingkat pembacaan Anda dengan mengunakan alat. Gunakan jari anda dengan cara memindahkan dari kiri ke kanan secara cepat per baris. Cara ini efektif kalau Anda ingin menghendaki per baris, jika tidak langkaui dari atas ke bawah menurut keyword atau kalimat topik. Cara ini umumnya menaikkan kecepatan baca hingga 400-800 wpm.
- Jika Anda puas, cara terbaik membaca adalah dengan mata dan otak (konsentrasi), bukan dengan lisan (bicara), gerakan kepala, atau memakai jari. Slogan yang perlu diingat: "Bacalah ide pada teks, bukan kata-kata."
»» Baca Selengkapnya...
| By Science Colombo 2013
Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang Dalam Ruang
- Titik
Sebuah hanya dapat ditentukan oleh letaknya, tetapi tidak memiliki
ukuran (besaran) sehingga dapat dikatakan titik tidak berdimensi. Sebuah
titik dilukiskan dengan tanda noktah dan diberi huruf kapital..
- Garis
Garis hanya mempunyai ukuran panjang tetapi tidak mempunyai ukuran
lebar. Garis merupakan himpunan titik - titik yang hanya memiliki ukuran
panjang, sehingga dikatakan garis berdimensi satu..
- Bidang
Bidang merupakan himpunan titik - titik yang memiliki ukuran panjang dan luas, sehingga dapat dikatakan bidang berdimensi dua..
- Aksioma Garis dan Bidang
Aksioma/postulat adalah pernyataan yang diandaikan benar dalam sebuah sistem dan kebenaran itu diterima tanpa pembuktian..
- Melalui sebuah titik sebarang yang tidak berimpit hanya dapat dibuat sebuah garis lurus
- Jika sebuah garis dan sebuah bidang memiliki dua titik persekutuan, maka garis itu seluruhnya terletak pada bidang
- Melalui tiga buah titik sebarang tidak segaris hanya dapat dibuat sebuah bidang
Berdasarkan aksioma - aksioma ini dapat diturunkan dalil - dalil untuk menentukan sebuah bidang :
- Sebuah bidang ditentukan oleh tiga titik sebarang yang tidak segaris
- Sebuah bidang ditentukan oleh sebuah garis dan sebuah titik (titik terletak di luar garis)
- Sebuah bidang ditentukan oleh dua buah garis berpotongan
- Sebuah bidang ditentukan oleh dua buah garis sejajar
Kedudukan Titik Terhadap Garis dan Titik Terhadap Bidang
- Titik Terletak pada Garis
Sebuah titik dikatakan terletak pada garis, jika titik tersebut dapat dilalui oleh garis
- Titik di Luar Garis
Sebuah titik dikatakan berada di luar garis, jika titik tersebut tidak dapat dilalui oleh garis
- Titik Terletak pada Bidang
Sebuah titik dikatakan terletak pada bidang α, jika titik tersebut dapat dilalui oleh bidang α
- Titik di Luar Bidang
Sebuah titik dikatakan berada di luar bidang α, jika titik tersebut tidak dapat dilalui oleh bidang α
Kedudukan Garis Terhadap Garis Lain
- Dua Garis Berpotongan
Dua buah garis dikatakan berpotongan, jika kedua garis itu terletak pada
sebuah bidang dan memiliki sebuah titik persekutuan. Titik persekutuan
ini disebut titik potong. Jika dua buah garis berpotongan pada lebih
dari satu titik potong, maka kedua garis ini dikatakan berimpit
- Dua Garis Sejajar
Dua buah garis dikatakan sejajar, jika kedua garis itu terletak pada sebuah bidang dan tidak memiliki satupun titik persekutuan
- Dua garis bersilangan
Dua buah garis dikatakan bersilangan (tidak berpotongan dan tidak
sejajar) jika kedua garis itu tidak terletak pada sebuah bidang.
- Aksioma Dua Garis Sejajar
Melalui sebuah titik yang berada di luar sebuah garis tertentu hanya
dapat dibuat sebuah garis yang sejajar dengan garis tertentu.
Dalil tentang dua garis sejajar :
- Jika garis a sejajar dengan garis b dan garis b sejajar dengan garis c, maka garis a sejajar dengan garis c..
- Jika garis a sejajar garis b dan memotong garis c, garis b sejajar
garis a dan juga memotong garis c, maka garis - garis a,b, dan c
terletak pada sebuah bidang.
- Jika garis a sejajar dengan garis b dan garis b menembus bidang, maka garis a juga menembus bidang.
Kedudukan Garis Terhadap Bidang
- Garis Terletak pada Bidang
Sebuah garis dikatakan terletak pada bidang, jika garis dan bidang itu sekurang - kurangnya memiliki dua titik persekutuan.
- Garis Sejajar Bidang
Sebuah garis dikatakan sejajar bidang, jika garis dan bidang itu tidak memiliki satupun titik persekutuan.
- Garis Memotong atau Menembus Bidang
Sebuah garis dikatakan memotong atau menembus bidang, jika garis
tersebut dan bidang hanya memiliki sebuah titik persekutuan. Titik
persekutuan ini dinamakan titik potong atau titik tembus..
Sebagai contoh, perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah ini :

- Rusuk - rusuk kubus yang terletak pada bidang α adalah rusuk - rusuk EF, EH, FG, dan GH
- Rusuk - rusuk kubus yang sejajar dengan bidang α adalah rusuk - rusuk AB, AD, BC, dan CD
- Rusuk - rusuk kubus yang memotong atau menembus bidang α adalah rusuk - rusuk AE, BF, CG, dan DH
Dalil - Dalil Garis Sejajar Bidang
- Jika garis g sejajar dengan garis h dan garis h terletak pada bidang α, maka garis g sejajar dengan bidang α
- Jika bidang α melalui garis g dan garis g sejajar terhadap bidang β,
maka garis potong antara bidang α dengan bidang β akan sejajar terhadap
garis g
- Jika garis g sejajar dengan garis h dan garis h sejajar terhadap bidang α, maka garis g sejajar terhadap bidang α
- Jika bidang α dan bidang β berpotongan dan masing - masing sejajar
terhadap garis g maka garis potong antara bidang α dan bidang &beta
akan sejajar dengan garis g..
Titik Tembus Garis dan Bidang yang Berpotongan
- Buat bidang β melalui garis g
- Tentukan garis potong abtara bidang α dan β, yaitu garis (α, β)
- Titik potong gartis g dengan garis (α, β) adalah titik tembusnya adalah titik T
Kedudukan Bidang Terhadap Bidang Lain
- Dua bidang Berimpit
Bidang α dan β dikatakan berimpit, jika setiap titik yang terletak pada bidang &alpha juga terletakpada bidang β
- Dua Bidang Sejajar
Bidang α dan β dikatakan sejajar, jika kedua bidang itu tidak memiliki satupun titik persekutuan..
- Dua Bidang Berpotongan
Bidang α dan β dikatakan berpotongan, jika kedua bidang itu tepat memiliki tepat sebuah garis persekutuan..
- Tiga Bidang Berpotongan
JIka tiga buah bidang berpotongan dan memiliki tiga buah garis
persekutuan, maka kemungkinan kedudukan dari ketiga garis persekutuan
itu adalah berimpit, sejajar, atau melalui sebuah titik..
Jarak dari Titik ke Titik, Titik ke Garis, dan Titik ke Bidang
- Jarak antara Titik dan Titik
Jarak antara titik P dan Q adalah panjang ruas garis PQ
- Jarak antara Titik dan Garis
Jarak antara titik P dan garis q ditentukan dengan cara menarik garis
dari titik P tegak lurus garis q, maka garis PP' adalah jarak antara
titik P dan garis q, kemudian untuk memudahkan penghitungan kita buat
bentuk segitiga. Apabila segitiga yang terjadi berbentuk segitiga
sebarang maka penyelesaiannya bisa kita gunakan aturan cosinus, aturan
sinus, atau perbandingan sudut trigonometri yang berelasi..
- Jarak antara Titik dan Bidang
Jarak antara titik P dengan bidang α adalah panjang ruas garis PP', dengan P' merupakan proyeksi titk P pada bidang α.
Jarak dari Garis ke Garis, Garis ke Bidang, dan Bidang ke Bidang
- Jarak dua garis bersilangan
 |
Jarak garis BC dan AH adalah garis AB (lihat gambar di samping ) |
Pada gambar diatas mencari jarak antara garis BE dan CF, kemudian dibuat
bidang yang dilalui oleh kedua garis tadi, jarak dua bidang yang
sejajar itu merupakan jarak antara garis BE dengan CF ( garis PQ )
- Jarak dua garis sejajar
Pada gambar di atas mencari jarak antara 2 garis yang sejajar yaitu EH
dengan BC, karena kedua garis itu sejajar maka dapat dibuat sebuah
bidang yang melalui kedua garis itu, jarak kedua garis itu adalah garis
BE atau CH
- Jarak garis dan bidang yang sejajar
Gambar diatas, mencari jarak dari garis AE ke bidang DBFH yang sejajar,
dibuat bidang yang melalui garis AE dimana bidang tersebut juga memotong
tegak lurus bidang DBFH, dari garis persekutuan antara dua bidang
ditarik garis tegak lurus AE..
- Jarak dua bidang yang sejajar
Jarak antara bidang α dan β yang sejajar dalah jarak sebarang titik A
pada bidang α dan A' pada bidang β, dimana A' adalah proyeksi titik A
pada bidang β
A = sebarang titik pada bidang α
A' = proyeksi titik A pada bidang β
AA' = jarak antara bidang &alpha dan beta;
Menghitung Sudut Ruang
- Sudut antara dua garis berpotongan
Dua garis dikatakan berpotongan,maka dua garis tersebut berada dalam
bidang yang sama. Maka menentukan sudut dua garis yang berpotongan sama
seperti menentukan sudut berpotongan pada bidang datar..
- Sudut antara dua garis bersilangan
Dua garis dikatakan bersilangan, maka dua garis tersebut berada dalam
bidang yang berlainan. Maka menentukan sudut dua garis yang bersilangan
dengan cara menggeser salah satu garis atau keduanya sehingga keduanya
terletak pada bidang yang sama. Sudut yang terbentuk setelah pergeseran
adalah sudut antara dua garis bersilangan yang dimaksud..
Gambar di atas cara menentukan besar sudut antara dua garis yang bersilangan DE dan HF..
- Sudut antara garis dan bidang
Jika suatu garis tidak tegak lurus pada bidang, maka sudut antara garis
dan bidang adalah sudut lancip yang dibentuk oleh garis dan proyeksi
garis tersebut pada bidang...
P'Q = proyeksi garis PQ pada bidang
- Sudut antara dua bidang
Sudut antara dua bidang yang berpotongan adalah sudut yang dibentuk oleh
dua garis yang berpotongan, garis - garis itu tegak lurus terhadap
garis potong antara kedua bidang tersebut...
Gambar diatas menunjukkan sudut antara bidang TBC dengan bidang ABC...
sumber »» Baca Selengkapnya...